Komporisasi
Rabu, Mei 01, 2019
Tulis Komentar
Mengulas karya lukisan yang satu ini, dengan kategori tiga dimensional yang saya kelompokanberdasarkan sudut pandang pada bentuk bentuk fisiknya. karya lukisan ini saya kasih judul "Komporisasi" ya komporisasi memang tidak salah inilah judulnya he he, sebuah karya yang melibatkan beberapa elemen barang bekas sebagai instrumen penting bagi lukisan ini antara lain, tali benang bangunan, sumbu kompor, bagian kompor bekas, papan kayu yang dirakit sebagai media pengganti kanvas, cobalah perhatikan pasti kalian bisa mengenali asal muasal bagian-bagian yang ada pada karya lukisan di atas.
karya lukisan ini saya kasih judul "Komporisasi" ya komporisasi memang tidak salah inilah judulnya, sebuah karya yang melibatkan beberapa elemen barang bekas sebagai instrumen penting bagi lukisan ini antara lain, tali benang bangunan, sumbu kompor, bagian kompor bekas, papan kayu yang dirakit sebagai media pengganti kanvas, cobalah perhatikan pasti kalian bisa mengenali asal muasal bagian-bagian yang ada pada karya lukisan di atas.
Kenapa memilih judul "Komporisasi" ?
Pastilah banyak yang mempertanyakan alasan saya dalam penyematan kata komporisasi dalam hal ini. Begini..., kelahiran dari sebuahh karya seni tidak serta merta atupun mutlak membawa judulnya dari mulainya proses ide yang baru sebatas pemikiran ataupun masih dalam angan-angan, hingga sampai selesai dalam proses pembuatannya. Terkadang karya lukisan juga baru mendapati judulnya setelah proses arkhir terbentuknya karya tersebut. Terkadang memilih sebuah judul memang melewati banyak proses mengikuti alur dari proses pemikiran maupun proses kreatifitas dalam terbentuknya sebuah karya seni lukisan dalam hhal ini.
Dalam pemilihan kata sebagai judul pada karya lukisan ini, berangkat dari kata kompor sebagai kata benda (arti sebenarnya) , tetapi bisa saja berubah menjadi kata sifat atau kerja, yang merupaan makna yang baru tergantung konteks komunikasi suatu konten. Dalam hal ini pengembangan kata kompor diikuti akhiran isasi maka akan menjadi komporisasi jelas akan merubah makna kompor dari pengertian awal/sebenarnaya. Akhiran isasi tersebut mengarahkan kata benda menuju suatu proses. Komporisasi bisa juga bermakna mengubah sistem/cara secara masal dalam penggunaan suatu produk di masyarakat, tapi dalam kaitannya pada kali ini makna kata tersebut mengikuti konten yang dimunculkan lewat cerita dari adegan dalam karya saya di atas. Ungkapan kata komporisasi saya membawa makannya sebagai ungkapan seperti: himbauan, ajakan, hasutan untuk melakukan kegiatan yang terkadang bisa berbahaya, atau lebih akrabnya kita bisa menyebutnya istilah provokasi. Jadi menurut pemahaman saya kali ini "Komporisasi" mempunyai arti suatu bentuk provokasi dalam menghasut pikiran masyarakat dalam mengambil keputusan yang terkadang di luar nalar akal sehat manusia.
Apa hubungannya dengan karya di atas terhadap uraian panjang dari kata "Komporisasi'' sebagai judul?
Begini dengan kita mengamati lukisan di atas terlihat hadir berupa bahasa ungkapan dari bentuk dan simbol-simbol perwujudan dalam karya. Dalam cerita lukisan ini menceritakan suatu penomena di masyarakat yang lagi gerah atau kepanasan, karena ada unsur pemanas dari simbul elemen kompor seperti bisa di lihat pada gambar bulatan ditengah berwarna biru kehitaman, yang merupakan tempelan dari bagian atas kompor minyak tanah sudah rusak yang tidak terpakai.
Maka secara utuh dan lengkapnya lukisan Komporisasi ini bercerita tentang rasa kegelisahan dalam suatu masyarakat disebabakan unsur provokasi,hasutan atau bahasa disini terkompori dari tiga unsur utama antara lain, unsur harta, wanita, dan kekuasaan. Ketiga motif inilah biasanya sering berperan dalam gejolak-gejolak jika sudah terkena provokasi yang bersifat negatip.
Mengenai teknik tidak jauh bebeda dengan sebagian besar dari karya-karya saya yang berkategori tiga dimensional, terutama penggunaan barang bekas yang dimodifikasi menjadi sebuah lukisan. Tahapan dalam penciptaan berupa tehnik menempel elemen barang bekas, sampai proses pewarnaan
dan detail-detailnya. Dan di bawah ini saya tak lupa menuliskan data visual dari karya ini.
Jadi karya lukisan "Komporisasi" adalah sebuah keintiman antara rasa dengan media yang dimotori sebuah ide-ide pasti akan melahirkan sebuah hasil dalam hal ini karya lukisan, inti dari semua itu adalah keseriusan, ketekunan dalam mengeksekusi gagasan/ide yang kita inginkan, dengan dibarengi dengan kekayaan pengalaman teknik-teknik yang dipadukan. Sekian dan terimakasih atas kunjungannya, semoga bisa bermaanfaat.
Kenapa memilih judul "Komporisasi" ?
Pastilah banyak yang mempertanyakan alasan saya dalam penyematan kata komporisasi dalam hal ini. Begini..., kelahiran dari sebuahh karya seni tidak serta merta atupun mutlak membawa judulnya dari mulainya proses ide yang baru sebatas pemikiran ataupun masih dalam angan-angan, hingga sampai selesai dalam proses pembuatannya. Terkadang karya lukisan juga baru mendapati judulnya setelah proses arkhir terbentuknya karya tersebut. Terkadang memilih sebuah judul memang melewati banyak proses mengikuti alur dari proses pemikiran maupun proses kreatifitas dalam terbentuknya sebuah karya seni lukisan dalam hhal ini.
Dalam pemilihan kata sebagai judul pada karya lukisan ini, berangkat dari kata kompor sebagai kata benda (arti sebenarnya) , tetapi bisa saja berubah menjadi kata sifat atau kerja, yang merupaan makna yang baru tergantung konteks komunikasi suatu konten. Dalam hal ini pengembangan kata kompor diikuti akhiran isasi maka akan menjadi komporisasi jelas akan merubah makna kompor dari pengertian awal/sebenarnaya. Akhiran isasi tersebut mengarahkan kata benda menuju suatu proses. Komporisasi bisa juga bermakna mengubah sistem/cara secara masal dalam penggunaan suatu produk di masyarakat, tapi dalam kaitannya pada kali ini makna kata tersebut mengikuti konten yang dimunculkan lewat cerita dari adegan dalam karya saya di atas. Ungkapan kata komporisasi saya membawa makannya sebagai ungkapan seperti: himbauan, ajakan, hasutan untuk melakukan kegiatan yang terkadang bisa berbahaya, atau lebih akrabnya kita bisa menyebutnya istilah provokasi. Jadi menurut pemahaman saya kali ini "Komporisasi" mempunyai arti suatu bentuk provokasi dalam menghasut pikiran masyarakat dalam mengambil keputusan yang terkadang di luar nalar akal sehat manusia.
Apa hubungannya dengan karya di atas terhadap uraian panjang dari kata "Komporisasi'' sebagai judul?
Begini dengan kita mengamati lukisan di atas terlihat hadir berupa bahasa ungkapan dari bentuk dan simbol-simbol perwujudan dalam karya. Dalam cerita lukisan ini menceritakan suatu penomena di masyarakat yang lagi gerah atau kepanasan, karena ada unsur pemanas dari simbul elemen kompor seperti bisa di lihat pada gambar bulatan ditengah berwarna biru kehitaman, yang merupakan tempelan dari bagian atas kompor minyak tanah sudah rusak yang tidak terpakai.
Maka secara utuh dan lengkapnya lukisan Komporisasi ini bercerita tentang rasa kegelisahan dalam suatu masyarakat disebabakan unsur provokasi,hasutan atau bahasa disini terkompori dari tiga unsur utama antara lain, unsur harta, wanita, dan kekuasaan. Ketiga motif inilah biasanya sering berperan dalam gejolak-gejolak jika sudah terkena provokasi yang bersifat negatip.
Mengenai teknik tidak jauh bebeda dengan sebagian besar dari karya-karya saya yang berkategori tiga dimensional, terutama penggunaan barang bekas yang dimodifikasi menjadi sebuah lukisan. Tahapan dalam penciptaan berupa tehnik menempel elemen barang bekas, sampai proses pewarnaan
dan detail-detailnya. Dan di bawah ini saya tak lupa menuliskan data visual dari karya ini.
Judul : Komporisasi
Ukuran : 80cm x 80cm
Bahan : Mixed Media
Tahun : 2001
Ukuran : 80cm x 80cm
Bahan : Mixed Media
Tahun : 2001
Jadi karya lukisan "Komporisasi" adalah sebuah keintiman antara rasa dengan media yang dimotori sebuah ide-ide pasti akan melahirkan sebuah hasil dalam hal ini karya lukisan, inti dari semua itu adalah keseriusan, ketekunan dalam mengeksekusi gagasan/ide yang kita inginkan, dengan dibarengi dengan kekayaan pengalaman teknik-teknik yang dipadukan. Sekian dan terimakasih atas kunjungannya, semoga bisa bermaanfaat.
Belum ada Komentar untuk "Komporisasi"
Posting Komentar